BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.
Sejak awal
sebenarnya manusia di takdirkan untuk menjadi makhluk yang dinamis. Betapa
tidak, mereka harus melewati fase-fase pembentukan yang cukup rumit dalam rahim
ibu. Mereka mampu bertahan. Setelah lahir mereka mengalami masa-masa
pertumbuhan yang cepat. Dinamisasi mereka sangat tampak pada setiap jengkal
waktu. Setiap tahun berganti sepanjang itu pula dinamika pertumbuhan berjalan.
Namun, mengapa
pada satu titik tertentu mereka berhenti dari pergelutan arus dinamika diri?
Pikiran dan jiwanya berhenti berkembang. Kemalasan dan kenyamanan lebih
menguasai ketimbang semangat dan ambisi. Tubuh mereka terus berdinamika berubah
menjadi tua tetapi pikiran dan jiwa mereka tetap kanak-kanak.
Oleh karena
itu, ada yang mengibaratkan karakter dinamis manusia seperti bibit pohon yang
harus terus di pelihara. Ia harus terus di pupuk agar berkembang pesat. Suatu
ketika dalam kehidupannya, manusia akan merasakan begitu pesat dinamika pikiran
dan jiwa mereka sampai jasad lelah untuk mengikutinya. Bila jiwa itu besar,
raga akan lelah mengikuti kehendaknya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu dinamika manusia ?
2.
Bagaimana unsur dinamika manusia ?
C.
Tujuan Penulisan
Dalam makalah
ini kami bertujuan untuk memberi kepahaman tentang dinamika manusia dan unsur –
unsur yang terdapat pada dinamika manusia ataupun manusia itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Dinamika
Dinamika adalah
sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan
dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti
adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok
secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok,
semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh
karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok
yang bersangkutan dapat berubah.
Dinamika juga
berasal dari bahasa yunani yang berarti dapat mampu (Jadi kuat untuk….). Dari
kata ini dibentuk kata dinamis yang artinya kempuan, kekuatan. Kita kenal kata
dinamit yang artinya kekuatan eksplosif. Dari kata benda dinamis dibentuk kata
sifat dinamika yang artinya punya kekuatan, punya daya gerak. Tetapi dalam praktek, kata dinamika digunakan
sebagai kata benda saja. Suatu dikatakan dinamika, krena punya daya gerak. Atau
daya bergerak itu disebut dinamika. Gambaran yang jelas, lihatlah kapal terbang
yang mesinnya menderu-deru.[1]
B.
Karakter Manusia Yang Dinamis
Ada beberapa karakter manusia dinamis yang mungkin bisa di
pelihara dalam diri kita :
1.
Selalu berusaha igin tahu
Seseorang yang
dinamis selalu ingin megetahui letak sebuah persoalan mengapa demikian? Ia
berusaha ingin tahu seluk beluk segala macam apa saja. Meski ia ahli di satu
bidang tertentu. Ia menghimpun berbagai fakta seperti juga orang-orang
menghimpun perangko atau kalori di tubuhnya. Ia tidak merasa dirinya
berkecukupan soal pengetahuan. Ia ingin belajar tentang segala bidang yang
baru. Meski ia memiliki minat besar pada bidang tertentu. Ia sangat senang
mempelajari suatu keterampilan baru. Bertemu, berkenalan dengan orang-orang
baru. Setidaknya ia ingin melakukan semua hal meski hanya sekali. Namun ia akan
BERHENTI pada saat ia merasa bahwa gerakannya itu sudah terlampau jauh
menjangkau hidaupnya. Apalagi saat semuanya terlalu mengikat perhatian dan
geraknya. Ia akan berhenti sebentar untuk menengok matahari terbenam di pinggir
pantai, melihat gumpalan awan yang indah sambil terbaring di padang rumput luas
atau membaca sebuah novel klasik di pinggir danau sambil menikmati secangkir
coklat panas. Seorang yang dinamis kadang menemui seorang teman lama yang
jarang ditemuinya unntuk bersilaturahmi. Namun semuanya ini hanya sekedar untuk
mengisi tenaga baterai dinamisnya saja. Ia menolak sama sekali untuk mandeg.
Seorang yang dinamis, dalam karakternya yang selalu ingin tahu, MENDENGAR
perkataan orang-orang yang lebih pintar, bijaksana, dan lebih tua pengalamannya
dari dirinya sendiri. Sehingga ia bisa menarik pelajaran dari mereka. Ia juga
mendengar ucapan orang yang suka berkhayal, pedagang ulung, orang uang pemarah,
orang yang merasa kesepian dan sebagainya. Ia mendengarkan ucapan
kerabat-kerabatnya, sahabat, dan orang-orang disekitarnya. Sebab seperti
filosofi, Mereka juga punya kisah sendiri yang dikemukakan.
2. Bersikap Independen
Seseorang yang
dinamis bersifat independen. Namun bukanlah seorang yang bertindak ngawur atau
tidak masuk akal. Ia menghormati buah pikiran orang lain. Tetapi ia menjalankan
tugasnya tanpa bergantung dengan orang lain. Ia menyadari jika ia terlampau
menggantungkan nasibnya pada orang lain, maka hanya sedikit yang bisa ia capai
dalam hidup ini.
3.
Memiliki Daya Cipta Yang Kuat
Seseorang yang
dinamis biasanya terangsang apabila berhadapan dengan sesuatu yang baru. Ia
sangat antusias terhadap segala sesuatu yang baru dan ingin ia dekati . Ia
tidak mau menolak sebuah gagasan begitu saja. Ia bersedia merasakan, memikirkan
dan menjalani gagasan itu jika dirasakan tepat dan berguna. Dalam hal-hal yang
penting seringkali, ia menelurkan ide-ide yang luar biasa dan sesuai kebutuhan
orang banyak. Bahkan ia bisa mananggulangi berbagai permasalahan yang
mengintarinya dengan pembiayaan hemat dan metode yang praktis.
4.
Mendahulukan Yang Lebih Penting
Seseorang yang
dinamis menyadari bahwa ia tidak bisa menjalankan seluruh pekerjaan secara
serentak bersama-sama. Oleh sebab itu ia menyusun rencana bagi dirinya sendiri
dengan memberikan prioritas pada hal-hal yang lebih urgen dan penting terlebih
dahulu. Ia tidak boleh dikalahkan oleh waktu. Akan tetapi waktu itu justru
harus ia taklukkan demi kepentingan pekerjaannya. Mungkin ini sebabnya, manusia
dinamis sangat menghargai waktu dan bisa memanfaatkan waktu.
5.
Dedikasi Yang Besar
Seseorang yang
dinamis menyukai dan menekuni pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Ia
menyenangi seluruh bidang kehidupannya. Ia menyukai lingkungan tempatnya
berada. Ia selalu bersungguh-sungguh menggunakan sejumlah besar waktu, tenaga
dan sumber perlengkapan lain untuk memberikan yang terbaik pada tugasnya.
Seorang yang dinamis selalu berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya.
6.
Tahan Uji
Seseorang yang
dinamis tidak akan menyerah sebelum kemampuannya berakhir. Ia akan terus
berupaya dan berusaha sekuat tenaga mencapai cita-citanya. Meski ia harus
berhadapan dengan tembok besar tantangan dan hambatan. Ia mampu merobohkan
tembok besar itu. Dalam perjalanannya pasti ia akan menemui cemoohan
orang-orang yang iri kepadanya. Tetapi ia menanggapi dengan tenang dan tidak
putus asa.
C.
Unsur-unsur Dinamika Manusia
1.
Pengertian sebagai unsur dinamika manusia.
Sesuai kodratnya manusia , yaitu rohani-jasmani, maka begitu juga
pengertian kita : tersusun, berupa pengertian rohani-jasmani. Kalau dipandang
dari “bawah”, bisa disebut : jasmani-rohani. Karena permulaannya dari perifera
jasmani, yaitu keindraan kita. Tetapi tak ada pengertian keindraan tersendiri.
Tanpa kerohania manusia. Jadi juga disebut pengertian manusia yang hanya
pengertian yang sensitive. Apa yang disebut pengertian sensitive, hanyalah satu
sudut, satu segi, satu aspek atau momen dari seluruhpengertian insane. Mencium
bau, merasakan manis, mendengar suara, semua itu jangan juga dianggap, bahwa
itu salah, karena pengertian sensitive bukanlah penegertian tersendiri, juga
tidak mendahului tanggapan budi (intelek).[2]
2.
Karsa Sebagai Unsur Dinamika
Karsa adalah unsure yang tidak dipisahkan dengan pengertian, karsa
bisa berarti mau (will). Namun dapat tidak berari will juga.seperti kata
“pra-karsa”(inisiatif). Biasanya karsa berarti mau,atau juga “yang dikehendaki”
(kersa mas, mauka mas ? kersa punapa?, punpa kesanipun? Apa yang kamu kehendaki
?) disini kata karsa akan digunakan : 1) dalam arti mau, menghendaki; 2) dalam
arti kemampuan untuk mau, daya untuk mau.
3.
Rasa Sebagai Unsur Dinamika
Cipta, karsa, dan rasa. Itu adalah unsure dari dinamika manusia
(trias-dinamika manusia). Kata rasa dalam bahasa jawa rasa mempunyai arti
berlainan dari yang kita maksud di sini. Dalam kalangan itu rasa adalah
kebijaksanaan (wisdom) yang sangat tinggi, sehingga dengan rasa itu manusia
mengerti tempatnya sendiri, dirinya sendiri, bisa menilai segala keadaan dan
sebagainya.
Masalah dengan rasa kadang-kadang yang dimaksud titik tertinggi
dalam kehidupan rohani, yaitu dimana manusia sampai ke kesatuan dengan Tuhan
yang seerat-eratnya. Bukan itulah yang dimaksud disini dengan kata rasa. Disini
arti kata rasa yang kita tangkap, jika seorang berkata : aku merasa dingin,
minuman ini terasa manis. Selain itu rasa juga berhubungan dengan kalimat
seperti : saya merasa tertarik, saya merasa bahagia, saya merasa khawatir.[3]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
è Dinamika juga
berasal dari bahasa yunani yang berarti dapat mampu (Jadi kuat untuk….). Dari
kata ini dibentuk kata dinamis yang artinya kempuan, kekuatan. Kita kenal kata
dinamit yang artinya kekuatan eksplosif. Dari kata benda dinamis dibentuk kata
sifat dinamika yang artinya punya kekuatan, punya daya gerak. Tetapi dalam praktek, kata dinamika digunakan
sebagai kata benda saja. Suatu dikatakan dinamika, krena punya daya gerak. Atau
daya bergerak itu disebut dinamika. Gambaran yang jelas, lihatlah kapal terbang
yang mesinnya menderu-deru.[4]
è Ada beberapa
karakter manusia dinamis yang mungkin bisa di pelihara dalam diri kita :
1. Selalu berusaha igin tahu
1. Selalu berusaha igin tahu
2.
Bersikap Independen
3.
Memiliki Daya Cipta Yang Kuat
4.
Mendahulukan Yang Lebih Penting
5.
Dedikasi Yang Besar
6.
Tahan Uji
è Unsur-unsur
Dinamika Manusia
1.
Pengertian sebagai unsur dinamika manusia
2.
Karsa sebagai unsur dinamika
3.
Rasa sebagai unsur dinamika
Daftar
Bacaan
Drijarkara,
N. “Filsafat Manusia”, Yokyakarta : Kanisius,1969
Tidak ada komentar:
Posting Komentar