Rabu, 27 April 2016

Dinamika Manusia (Filsafat Manusia)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
Sejak awal sebenarnya manusia di takdirkan untuk menjadi makhluk yang dinamis. Betapa tidak, mereka harus melewati fase-fase pembentukan yang cukup rumit dalam rahim ibu. Mereka mampu bertahan. Setelah lahir mereka mengalami masa-masa pertumbuhan yang cepat. Dinamisasi mereka sangat tampak pada setiap jengkal waktu. Setiap tahun berganti sepanjang itu pula dinamika pertumbuhan berjalan.
Namun, mengapa pada satu titik tertentu mereka berhenti dari pergelutan arus dinamika diri? Pikiran dan jiwanya berhenti berkembang. Kemalasan dan kenyamanan lebih menguasai ketimbang semangat dan ambisi. Tubuh mereka terus berdinamika berubah menjadi tua tetapi pikiran dan jiwa mereka tetap kanak-kanak.
Oleh karena itu, ada yang mengibaratkan karakter dinamis manusia seperti bibit pohon yang harus terus di pelihara. Ia harus terus di pupuk agar berkembang pesat. Suatu ketika dalam kehidupannya, manusia akan merasakan begitu pesat dinamika pikiran dan jiwa mereka sampai jasad lelah untuk mengikutinya. Bila jiwa itu besar, raga akan lelah mengikuti kehendaknya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu dinamika manusia ?
2.      Bagaimana unsur dinamika manusia ?
C.     Tujuan Penulisan
Dalam makalah ini kami bertujuan untuk memberi kepahaman tentang dinamika manusia dan unsur – unsur yang terdapat pada dinamika manusia ataupun manusia itu sendiri.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Dinamika
Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
Dinamika juga berasal dari bahasa yunani yang berarti dapat mampu (Jadi kuat untuk….). Dari kata ini dibentuk kata dinamis yang artinya kempuan, kekuatan. Kita kenal kata dinamit yang artinya kekuatan eksplosif. Dari kata benda dinamis dibentuk kata sifat dinamika yang artinya punya kekuatan, punya daya gerak.  Tetapi dalam praktek, kata dinamika digunakan sebagai kata benda saja. Suatu dikatakan dinamika, krena punya daya gerak. Atau daya bergerak itu disebut dinamika. Gambaran yang jelas, lihatlah kapal terbang yang mesinnya menderu-deru.[1]
B.     Karakter Manusia Yang Dinamis
            Ada beberapa karakter manusia dinamis yang mungkin bisa di pelihara dalam diri kita :
1.      Selalu berusaha igin tahu
Seseorang yang dinamis selalu ingin megetahui letak sebuah persoalan mengapa demikian? Ia berusaha ingin tahu seluk beluk segala macam apa saja. Meski ia ahli di satu bidang tertentu. Ia menghimpun berbagai fakta seperti juga orang-orang menghimpun perangko atau kalori di tubuhnya. Ia tidak merasa dirinya berkecukupan soal pengetahuan. Ia ingin belajar tentang segala bidang yang baru. Meski ia memiliki minat besar pada bidang tertentu. Ia sangat senang mempelajari suatu keterampilan baru. Bertemu, berkenalan dengan orang-orang baru. Setidaknya ia ingin melakukan semua hal meski hanya sekali. Namun ia akan BERHENTI pada saat ia merasa bahwa gerakannya itu sudah terlampau jauh menjangkau hidaupnya. Apalagi saat semuanya terlalu mengikat perhatian dan geraknya. Ia akan berhenti sebentar untuk menengok matahari terbenam di pinggir pantai, melihat gumpalan awan yang indah sambil terbaring di padang rumput luas atau membaca sebuah novel klasik di pinggir danau sambil menikmati secangkir coklat panas. Seorang yang dinamis kadang menemui seorang teman lama yang jarang ditemuinya unntuk bersilaturahmi. Namun semuanya ini hanya sekedar untuk mengisi tenaga baterai dinamisnya saja. Ia menolak sama sekali untuk mandeg. Seorang yang dinamis, dalam karakternya yang selalu ingin tahu, MENDENGAR perkataan orang-orang yang lebih pintar, bijaksana, dan lebih tua pengalamannya dari dirinya sendiri. Sehingga ia bisa menarik pelajaran dari mereka. Ia juga mendengar ucapan orang yang suka berkhayal, pedagang ulung, orang uang pemarah, orang yang merasa kesepian dan sebagainya. Ia mendengarkan ucapan kerabat-kerabatnya, sahabat, dan orang-orang disekitarnya. Sebab seperti filosofi, Mereka juga punya kisah sendiri yang dikemukakan.

2. Bersikap Independen
Seseorang yang dinamis bersifat independen. Namun bukanlah seorang yang bertindak ngawur atau tidak masuk akal. Ia menghormati buah pikiran orang lain. Tetapi ia menjalankan tugasnya tanpa bergantung dengan orang lain. Ia menyadari jika ia terlampau menggantungkan nasibnya pada orang lain, maka hanya sedikit yang bisa ia capai dalam hidup ini.

3.      Memiliki Daya Cipta Yang Kuat
Seseorang yang dinamis biasanya terangsang apabila berhadapan dengan sesuatu yang baru. Ia sangat antusias terhadap segala sesuatu yang baru dan ingin ia dekati . Ia tidak mau menolak sebuah gagasan begitu saja. Ia bersedia merasakan, memikirkan dan menjalani gagasan itu jika dirasakan tepat dan berguna. Dalam hal-hal yang penting seringkali, ia menelurkan ide-ide yang luar biasa dan sesuai kebutuhan orang banyak. Bahkan ia bisa mananggulangi berbagai permasalahan yang mengintarinya dengan pembiayaan hemat dan metode yang praktis.
4.      Mendahulukan Yang Lebih Penting
Seseorang yang dinamis menyadari bahwa ia tidak bisa menjalankan seluruh pekerjaan secara serentak bersama-sama. Oleh sebab itu ia menyusun rencana bagi dirinya sendiri dengan memberikan prioritas pada hal-hal yang lebih urgen dan penting terlebih dahulu. Ia tidak boleh dikalahkan oleh waktu. Akan tetapi waktu itu justru harus ia taklukkan demi kepentingan pekerjaannya. Mungkin ini sebabnya, manusia dinamis sangat menghargai waktu dan bisa memanfaatkan waktu.

5.      Dedikasi Yang Besar
Seseorang yang dinamis menyukai dan menekuni pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Ia menyenangi seluruh bidang kehidupannya. Ia menyukai lingkungan tempatnya berada. Ia selalu bersungguh-sungguh menggunakan sejumlah besar waktu, tenaga dan sumber perlengkapan lain untuk memberikan yang terbaik pada tugasnya. Seorang yang dinamis selalu berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya.

6.      Tahan Uji
Seseorang yang dinamis tidak akan menyerah sebelum kemampuannya berakhir. Ia akan terus berupaya dan berusaha sekuat tenaga mencapai cita-citanya. Meski ia harus berhadapan dengan tembok besar tantangan dan hambatan. Ia mampu merobohkan tembok besar itu. Dalam perjalanannya pasti ia akan menemui cemoohan orang-orang yang iri kepadanya. Tetapi ia menanggapi dengan tenang dan tidak putus asa.

C.     Unsur-unsur Dinamika Manusia
1.      Pengertian sebagai unsur dinamika manusia.
Sesuai kodratnya manusia , yaitu rohani-jasmani, maka begitu juga pengertian kita : tersusun, berupa pengertian rohani-jasmani. Kalau dipandang dari “bawah”, bisa disebut : jasmani-rohani. Karena permulaannya dari perifera jasmani, yaitu keindraan kita. Tetapi tak ada pengertian keindraan tersendiri. Tanpa kerohania manusia. Jadi juga disebut pengertian manusia yang hanya pengertian yang sensitive. Apa yang disebut pengertian sensitive, hanyalah satu sudut, satu segi, satu aspek atau momen dari seluruhpengertian insane. Mencium bau, merasakan manis, mendengar suara, semua itu jangan juga dianggap, bahwa itu salah, karena pengertian sensitive bukanlah penegertian tersendiri, juga tidak mendahului tanggapan budi (intelek).[2]
2.      Karsa Sebagai Unsur Dinamika
Karsa adalah unsure yang tidak dipisahkan dengan pengertian, karsa bisa berarti mau (will). Namun dapat tidak berari will juga.seperti kata “pra-karsa”(inisiatif). Biasanya karsa berarti mau,atau juga “yang dikehendaki” (kersa mas, mauka mas ? kersa punapa?, punpa kesanipun? Apa yang kamu kehendaki ?) disini kata karsa akan digunakan : 1) dalam arti mau, menghendaki; 2) dalam arti kemampuan untuk mau, daya untuk mau.


3.      Rasa Sebagai Unsur Dinamika
Cipta, karsa, dan rasa. Itu adalah unsure dari dinamika manusia (trias-dinamika manusia). Kata rasa dalam bahasa jawa rasa mempunyai arti berlainan dari yang kita maksud di sini. Dalam kalangan itu rasa adalah kebijaksanaan (wisdom) yang sangat tinggi, sehingga dengan rasa itu manusia mengerti tempatnya sendiri, dirinya sendiri, bisa menilai segala keadaan dan sebagainya.
Masalah dengan rasa kadang-kadang yang dimaksud titik tertinggi dalam kehidupan rohani, yaitu dimana manusia sampai ke kesatuan dengan Tuhan yang seerat-eratnya. Bukan itulah yang dimaksud disini dengan kata rasa. Disini arti kata rasa yang kita tangkap, jika seorang berkata : aku merasa dingin, minuman ini terasa manis. Selain itu rasa juga berhubungan dengan kalimat seperti : saya merasa tertarik, saya merasa bahagia, saya merasa khawatir.[3]


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
è  Dinamika juga berasal dari bahasa yunani yang berarti dapat mampu (Jadi kuat untuk….). Dari kata ini dibentuk kata dinamis yang artinya kempuan, kekuatan. Kita kenal kata dinamit yang artinya kekuatan eksplosif. Dari kata benda dinamis dibentuk kata sifat dinamika yang artinya punya kekuatan, punya daya gerak.  Tetapi dalam praktek, kata dinamika digunakan sebagai kata benda saja. Suatu dikatakan dinamika, krena punya daya gerak. Atau daya bergerak itu disebut dinamika. Gambaran yang jelas, lihatlah kapal terbang yang mesinnya menderu-deru.[4]
è Ada beberapa karakter manusia dinamis yang mungkin bisa di pelihara dalam diri kita :
1.  Selalu berusaha igin tahu 
2.      Bersikap Independen
3.      Memiliki Daya Cipta Yang Kuat
4.      Mendahulukan Yang Lebih Penting
5.      Dedikasi Yang Besar
6.      Tahan Uji

è Unsur-unsur Dinamika Manusia
1.      Pengertian sebagai unsur dinamika manusia
2.      Karsa sebagai unsur dinamika
3.      Rasa sebagai unsur dinamika





Daftar Bacaan
Drijarkara, N. “Filsafat Manusia”, Yokyakarta : Kanisius,1969


[1] Drijarkara S.J., Filsafat Manusia.Cet ke 8, hal 51.yogyakarta : 1989
[2] Ibid, hal 62
[3] Ibid. hal 74
[4] Drijarkara S.J., Filsafat Manusia.Cet ke 8, hal 51.yogyakarta : 1989

Tidak ada komentar:

Posting Komentar